Home / Berita / “Ndolalak” Sebuah Tarian Khas Asli dari Purworejo

“Ndolalak” Sebuah Tarian Khas Asli dari Purworejo

Tari Ndolalak Purworejo

Siapa yang tidak tahu dengan kota Purworejo? Kota kecil di Jawa Tengah bagian selatan yang memiliki beragam budaya, salah satunya Tari Dolalak atau biasa disebut Ndolalak. Sejarah terciptanya tarian Ndolalak yang kemudian menjadi tarian khas asli Purworejo ini bermula dari peniruan oleh beberapa penggembala terhadap tarian dansa serdadu Belanda.

Penamaan Ndolalak itu sediri berawal hanya dari dominan notasi nada yang dinyanyikan oleh serdadu belanda untuk mengiringi dansa mereka yaitu Do-La-La dari lagu 1-6-6. Asal usul tari Ndolalak kononh katanya ditemukan oleh 3 santri yang masih bersaudara dengan menirukan gerak yang ditarikan serdadu Belanda sekitar tahun 1925. Ketiga santri tersebut bernama Rejotaruno, Duliyat, dan Ronodimejo.

Ketika pertama kali tercipta, tarian Ndolalak tidak diiringi oleh instrumen musik, melainkan hanya diiringi oleh nyanyian yang dilagukan oleh pengiringnya secara bersama-sama. Seiring perkembangan zaman, tari ini mulai memberikan iringan musik pada tariannya dengan menggunakan instrumen musik jidur, terbang, kecer, dan gendang. Sedangkan untuk nyanyiannya diiringi dengan syair-syair dan pantun berisi tuntunan dan nasihat menggunakan bahasa jawa, tembang jawa, dan lagu sholawatan.

Untuk kostumnya, penari Ndolalak menggunakan layaknya pakaian serdadu Belanda, yaitu pakaian lengan panjang hitam dengan pangkat dipundaknya, topi pet, dan kacamata hitam.

Pada awal mulanya, tarian Ndolalak ditarikan oleh penari pria. Cukup hebat kan?

Tari Ndolalak Purworejo

Namun dalam perkembangannya, sejak tahun 1976, Tari ini mulai ditarikan oleh penari wanita. Saat ini hampir semua grupnya yang ada di Purworejo penarinya sebagian besar adalah wanita. Sudah jarang sekali ditemui penari pria dalam tarian Ndolalak.

Sesuai perkembangannya, ada sebuah desa yang mengembangkan tarian ini hingga tumbuh dan berkembang pesat sampai saat ini, yaitu di Desa Kaliharjo, Kecamatan Kaligesing. Daerah ini merupakan pusat perkembangan seni tari Ndolalak secara turun-temurun untuk tetap menjaga kelestarian tari Ndolalak ini. Semua lapisan masyarkat se Kabupaten Purworejo menilai bahwa pertunjukan tarian dolalak merupakan pertunjukan rakyat yang sehat.

Masyarakat dan pemerintah senatiasa berupaya melestarikan, mengembangkan, meningkatkan, dan menyebarluaskan kesenian dolalak sesuai dan selaras dengan kemajuan jaman. Kesenian dolalak merupakan sarana dan media pengumpulan masa, sekaligus sebagai hiburan yang sehat, murah dan meriah. Iringan instrumen musik adalah beduk, terbang, kendang , kecer, kentongan, pianika atau organ. tata busana penari memakai kaos kaki dan topi pet berikut slempang yang sudah dimodifikasi sesuai penari yang dewasa ini sudah tidak ditarika oleh pria lagi, tetapi wanita. Syair lagu menggunakan bahasa indinesia dan jawa yang romantis. Properti penari biasanya kaca mata hitam dan digunakan penari wanita saat trace/ kemasukan / mendem agar penari tampak cantik, trendy, dan menarik. Pengguanaan sledang awalnya hanya di lilitkan pada pinggang namun sekarang sudah menggunakan sampur cendala giri yang diikatkan di depan merupakan alat sabet kanan / kiri lazimnya orang menari. Cukup menarik bukan?

Tentang indra kurniawan

BISMANIA

Lihat Juga

Fakta Menarik Kemerdekaan Indonesia

shares Facebook Twitter LINEMerdeka!!, Bulan Agustus merupakan Bulan dimana Indonesia merdeka dari para penjajah. Tahun …