Home / Berita / Beda Berhenti dan Parkir? Viral Video 86 NET TV!

Beda Berhenti dan Parkir? Viral Video 86 NET TV!

Saat ini masyarakat sedang ramai memperbincangkan video viral yang berasal dari sosial media tentang parkir atau berhenti. Video yang berisi tanyangan dari NET TV yang menggambarkan seorang sopir taksi yang ditilang oleh polisi saat sedang berhenti di kawasan larangan parkir.

Dalam video tersebut, sopir merasa tidak bersalah karena dia hanya berhenti, sedangkan tanda larangan yang ada adalah larangan parkir. Sang sopir sudah meminta maaf, namun ia juga memberi penjelasan bahwa ia tidak bersalah karena ia tidak turun dari mobil. Sebaliknya polisi tetap menyatakan sang sopir bersalah karena berhenti di kawasan larangan parkir. Netizen banyak yang memberi kan opini kalau sopir tidak bersalah karena di undang-undang sudah diatur dalam

UU Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Jalan Terkait definisi berhenti dan parkir. Di dalam Bab I berhenti dan parkir memiliki arti masing-masing:

15. Parkir adalah keadaan Kendaraan berhenti atau tidak bergerak untuk beberapa saat dan ditinggalkan pengemudinya.

16.Berhenti adalah keadaan Kendaraan Tidak Bergerak untuk sementara dan tidak ditinggalkan pengemudinya.

Dalam Persitiwa tersebut, sang sopir bersikukuh dengan definisi di atas. Ia mengaku berhenti hanya untuk melihat kompresor di pinggir jalan dari mobilnya dan tidak turun. Sementara polisi tetap menilangnya. Pihat 86, NET TV melalui akun instagram mengeluarkan pendapat didalam captionnya yang berisi ” Sekarang bukan hal menang argumen atau kalah argumen, bukan juga berbicara salah atau tidak polisinya. Sekarang yang dimaksudkan adalah pengendara tsb berhenti di pinggir jln dgn waktu yang lama, penindakan jg bkn harus slalu berpatokan pada rambu, jika melanggar ya akan ditindak walaupun disitu tidak ada rambu yang dimaksudkan tersebut. #siap86 @netmediatama @86netmedia”.

Larangan Parkir atau Berhenti

Dari caption instagram diatas sepertinya pihak net berdasarkan pasal 260 yang dimana polisi memiliki sejumlah hak dalam menjalankan tugasnya. Di antara berhak untuk:

a. memberhentikan, melarang, atau menunda pengoperasian dan menyita sementara Kendaraan Bermotor yang patut diduga melanggar peraturan berlalu lintas atau merupakan alat dan/atau hasil kejahatan;
b. melakukan pemeriksaan atas kebenaran keterangan berkaitan dengan Penyidikan tindak pidana di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;
c. meminta keterangan dari Pengemudi, pemilik Kendaraan Bermotor, dan/atau Perusahaan Angkutan Umum;
d. melakukan penyitaan terhadap Surat Izin Mengemudi, Kendaraan Bermotor, muatan, Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor, Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor, dan/atau tanda lulus uji sebagai barang bukti;
e. melakukan penindakan terhadap tindak pidana pelanggaran atau kejahatan Lalu Lintas menurut ketentuan peraturan perundang-undangan;

Larangan Parkir atau Berhenti

Tidak lama berselang sebuah kutipan suarasurabaya.net juga tersebar diinternet yang memberitakan Kompol Gathut Bowo Supriyono Kasie Pelanggaran Lalu Lintas Polda Jawa Timur, mengatakan “Undang-undangnya mengatakan demikian. Kecuali dia menggangu lalu lintas, tentunya kita menyuruh atau menghimbau kepada pengemudi untuk meninggalkan lokasi itu, dengan diskressi kita untuk melarang berhenti disitu,”.

Karena video tersebut belum jelas kejadian awalnya kita jadi tidak bisa langsung menyudutkan satu pihak, baik sang sopir dan polisi. So, bagaimana pendapat anda?

 

 

 

Tentang Putra

Putra
Penikmat kopi

Lihat Juga

Kekinian 2016 Ngedab JKT48

Yang Kekinian 2016 & Trend Kekinian Berikutnya – Paruh Kedua!

Tahun 2016 sudah mencapai setengahnya, apa saja yang telah kekinian dan yang bakal diprediksi sebagai kekinian nantinya?