Home / Gaya Hidup / Inilah 7 Kopi Terbaik Sumatera yang Wajib Kamu Coba!

Inilah 7 Kopi Terbaik Sumatera yang Wajib Kamu Coba!

Indonesia dengan alam yang luar biasa memiliki kontur tanah dan geografis yang baik untuk tumbuhnya kopi. Uniknya, tiap daerah di Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda-beda dalam rasa kopinya khususnya di daerah Sumatera. Mari kita bahas apa saja kopi Sumatera yang ada di Nusantara ini dan bagaimana karakteristik dari kopi tersebut, check this out!

Kopi Sumatera

Kopi Sumatera

Sumatera pulau paling besar di Indonesia bagian barat, memiliki berbagai macam jenis kopi yang terkenal seantero dunia. Jenis kopi Sumatera biasanya cenderung bercita rasa paling berat dan kompleks diantara beragam kopi di dunia dan aromanya yang sangat “bumi” atau seperti bau tanah tersiram air hujan dan saat diseruput terasa aroma herbalnya. “Beda ladang beda pula belalangnya” analogi ini yang dapat digunakan untuk mecerminkan kopi Sumatera hal ini karena setiap daerah memiliki perbedaan iklim, tanah, cuaca dan kelembaban yang dapat mempengaruhi rasa kopi.

Bukan hanya itu saja, faktor geografis dan iklim tentunya juga mempengaruhi cara hidup masyarakat setempat. Berbagai perbedaan tersebut akan kita jumpai pada masyarakat saat menyaksikan bagaimana merespon keberadaan kopi didaerahnya. Berikut ini daerah-daerah penghasil kopi di Sumatera:

1. Kopi Takengon (Gayo)

Kopi Sumatera Takengon
Menuangkan kopi di Aceh dengan cara ditarik

Di Aceh ada beberapa kopi daerah yang cukup terkenal, yang paling terkenal adalah kopi gayo yang berasal dari daerah Takengon, kenapa bisa disebut kopi Gayo hal itu berkaitan dengan masyarakat asli Takengon yang dikenal dengan nama suku Gayo. Takengon sendiri merupakan tempat penyemaian kopi pertama di Pulau Sumatra dengan letak geografis berbentuk bukit barisan tentunya punya kelebihan sendiri, tanahnya yang subur dan curah hujan tinggi sangat cocok untuk menanam kopi jenis Arabika. Masyarakatnya pun tak lepas dari kopi karena hampir semua penduduknya memiliki kebun kopi.

Kopi gayo sendiri merupakan jenis Arabica dengan citarasa yang khas, jenis ini sudah merambah sampai ke Eropa Timur dan juga Amerika. Saat ini di Aceh Terdapat dua jenis kopi Robusta dan Arabika, dua jenis kopi Gayo yang sangat terkenal yaitu kopi gayo dan kopi Ulee Kareeng. Untuk jenis Robusta biasa dibudidayakan di Aceh Barat Kabupaten Pidie terutama wilayah Tangse dan Geumpang sedangkan kopi Arabika umumnya didataran tinggi “Tanah Gayo” Aceh Tenggara.

2. Kopi Sidikalang

Kopi Sumatera Sindikalang
Buah kopi Sindikalang

Ada mitos yang mengatakan jangan pernah coba-coba untuk menyeruput kopi Sindikalang jika tidak ingin jantung berdebar kencang dan mata akan melek sampai pagi. Sindikalang terletak di sebelah barat laut provinsi Sumatra Utara yang merupaka Ibukota dari kabupaten Dairi, dengan ketinggian 1.066 mdpl diatas permukaan laut dipadu dengan tanah yang subur  menjadikan Sindikalang menjadi daerah yang sangat baik untuk menanam kopi. Sindikalang terkenal dengan kopi Robustanya tetapi karena harga jauh dibandingkan dengan Arabika banyak petani beralih menanam Arabika, selain lebih murah pemeliharaanya, proses pengolahannya juga lebih mudah.

3. Kopi Mandailing

Kopi Sumatera Mandailing
Biji Kopi Mandailing

Di sini jenis kopi yang terkenal adalah kopi Arabica Mandheling. Mengapa dinamakan Arabica Mandheling ? pertama dalam sejarah perkopian Indonesia desa yang jadi pusat kopi Arabica pertama kali di tanam adalah Desa Pakantan – Mandheling Natal. Kedua, Dari segi fisik. Kopi arabica yang terdapat di Sumatera utara dan gayo (Aceh tengah) pada dasarnya berdiri sendiri. seperti : Arabica Lintong, Arabica Sidikalang, Arabica Brastagi dan Arabica Gayo. Tak heran kemudian Mandailing Natal menjadi daerah penghasil kopi berkualitas yang terkenal. Di salah satu desa di Mandailing Natal, yaitu desa Sambang Banyak Jae Ulu Pungud banyak sekali kebun kopi yang sudah berumur puluhan, bahkan ratusan tahun. Kebun kopi ini diyakini memiliki hubungan dengan sejarah kopi Arabika yang pertama kali dimasukkan oleh Belanda ke Indonesia pada 1699.

4. Kopi Curup

Kopi Sumatera Curup
Kopi Kipas, kopi asli dari curup

Ibukota dari Kabutan Renjang Lebong, Bengkulu ini adalah salah satu penghasil kopi di Sumatera, komoditas utama ini sudah dipasarkan sampai ke Jakarta namun karena namanya yang belom seterkenal Kopi Sumatera lainnya banyak orang yang belum tahu. Di Curup sendiri kopi banyak disukai warga setempat karena rasanya yang khas dan ampasnya yang bisa diseduh kembali. Seperti sentra kopi lainnya, kopi adalah kehidupan dan komoditi andalan Kepahingan dan Curup. Hamparan kebun kopi sudah tidak asing lagi disini. tidak heran, kopi menjadi urat nadi perekonomian masyarakat desa.

5. Kopi Empat Lawang

Kopi Sumatera Empat Lawang
Petani kopi di Empat Lawang

Empat Lawang adalah kabupaten termuda di Sumatera Selatan. Empat lawang menjadi kabupaten pada tahun 2007 setelah dimekarkan dari Kabupaten Lahat.  Bagi kota Empat Lawang, Kopi menjadi komoditi andalan masyarakatnya. Sentra kopi membuat kabupaten ini begitu melekat dengan aroma kopi. Tak heran jika kawo –sebutan kopi dalam bahasa, menjadi lambang kabupaten. Pemda setempat juga membuat motif batik berlatar kopi yang menjadi keunikan tersendiri. Identitas kabupaten kopi semakin mencorong setelah Pemerintah daerah dengan getol mendorong dalam mengembangkan industri kopi.

6. Kopi Lahat

Kopi Sumatera Lahat
Petani kopi Lahat

Luas areal tanaman kopi di Lahat adalah sekitar seratus ribu hektar dengan total produksi lebih dari 60ribu ton per tahunnya. Luas lahan maupun produksi kopi lahat yang terbesar adalah di Sumatera Selatan. Seiring dengan banyaknya perkebunan kopi di Lahat, minum kopi di Lahat pun menjadi sebuah budaya. Lahat menjadi salah satu sentra kopi di Pulau Andalas. Namun sayang besarnya produksi kopi di Lahat tidak dibarengi dengan industri pengolahan kopi.

Proses memproduksi kopi di sini lumayan rumit, Untuk penentuan kualitas kopi bisa lewat kadar kering bijinya. Umumnya dari petani kadarnya mulai dari 15% hingga 17%. Biji-biji kopi dari petani masih perlu pengeringan hingga kadar kekeringan mencapai target yang diinginkan. Pengeringannya memakan waktu 4 hingga 6 hari. Kopi Lahat ini dipasarkan hingga ke luar Lahat seperti Rajabasa, Palembang dan lainnya.

7. Kopi Lampung

Kopi Sumatera Lampung
Kopi Robusta Lampung

Lampung terkenal dengan kopi-kopi kualitas terbaik di dunia dan ekspor kopi terbesar Indonesia berasal dari Lampung, Dengan demikian Lampung pantas dikategorikan sebagai salah satu kopi terbaik Indonesia.  Kawasan perkebunan Lampung Barat merupakan contoh perkebunan terbaik di Provinsi Lampung dalam hal peningkatan produksi dan mutu kopi, daerah ini juga telah menjadi lahan Perkebunan kopi percontohan bagi Provinsi Lampung dan Nasional.

Source: Kompasiana

Tentang Putra

Penikmat kopi

Lihat Juga

10 Youtuber Indonesia dengan Followers Terbanyak!

Hayo ngaku, siapa yang kerjanya ngabisin kuota mulu buat nonton Youtube?