Home / Fakta / Sekilas tentang Raden Saleh

Sekilas tentang Raden Saleh

Pernahkah kalian mendengar nama Raden Saleh? Mungkin kalian akan tahu nama ini ketika kalian berkunjung ke galeri nasional untuk melihat pameran tetap disana, mengapa? Karena Raden Saleh merupakan salah satu maestro lukisan Indonesia, ia disebut sebagai salah satu seniman modern pertama Indonesia.

  1. Karya Monumental

    04. Penangkapan Pangenran Diponegoro
    “Penangkapan Pangeran Diponegoro” karya Raden Saleh

    Salah satu karya monumental Raden Saleh adalah lukisan berjudul “The Arrest of Pangeran Diponegoro” atau “Penangkapan Pangeran Diponegoro”, lukisan ini berkisah tentang penghkianatan terhadap Pangeran Diponegoro oleh pemerinahan kolonial, yang pada akhirnya mengakhiri Perang Jawa di 1830. Pangeran ditipu ketika ia menghadiri pertemuan yang ia kira sebagai negosiasi perdamaian.

    Karya ini merupakan karya tandingan dari lukisan yang dibuat oleh Pelukis Belanda Nicolaas Pieneman, yang disempurnakan oleh Letnal Jenderal Hendrik Merkus de Kock, yang berjudul “Sumbmission of Prince Diponegoro” atau “Tunduknya Pangeran Diponegoro”. Raden Saleh berupaya melawan pengambaran yang salah mengenai penangkapan Pangeran Diponegoro.

    Lukisan “The Arrest of Pangeran Diponegoro” saat ini berada di Istana Merdeka, sebelumnya lukisan ini berada di Belanda sejak 1857 sebelum dikembalikan ke Indonesia pada 1978. Lukisan ini sempat mengalami restorasi beberapa tahun lalu.

  1. Siapa Raden Saleh?

    01. Raden Slaeh
    20 tahun lamanya Raden Saleh menimba ilmu di Eropa

    Tidak banyak warga negara Indonesia yang mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan di Eropa pada masa penjajahan Belanda. Raden Saleh Sjarif Boestaman merupakan keturuan dari keluarga terpandang Hadhrami, ia lahir di Semarang pada 1811. Keluarga Hadrami merupakan keluarga keturunan Arab di Indonesia. Ayahnya bernama Sayyid Husen bin Alwi bin Awal bin Yahya.

    Pada awalnya Raden Saleh belajar dari seniman asal Belgia bernama A.J Payen, ia menyadari bakat yang dimiliki Raden Saleh, kemudian ia mendorong Pemerintah Kolonial Belanda untuk mengirim Raden Saleh ke Belanda. Pada tahun 1829, Raden Saleh memulai studinya dibawah asuhan Cornelius Kruseman dan Adreas Schelfhout. Setelah banyak menghabiskan waktu untuk melukis sosok orang, Raden Saleh melanjutkan studinya untuk melukis pemandangan dan juga hewan.

    Raden Saleh menghabiskan 20 tahun di Eropa, ketika kembali ke Indonesia ia bekerja sebagai konservator lukisan pemerintah kolonial dan pelukis portret untuk keluarga kerajaan Jawa. Raden Saleh memiliki seorang istri bernama Raden Ayu Danudirja, seorang wanita keluarga ningrat keturunan Kraton Yogyakarta.

    Beliau meninggal pada 23 April 1880 karena sakit, jenazahnya dimakamkan di Kampung Empang, Bogor.

  1. Penghargaan untuk Raden Saleh

    06. Rumah Raden Saleh
    Rumah Raden Saleh di Batavia tahun 1875-1885, sekarang ini rumah tersebut difungsikan sebagai Rumah Sakit PGI Cikini

    Tahun 1969, Pemerintah Republik Indonesia melalui Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menganugerahi Raden Saleh dengan Piagam Anugerah Seni sebagai Perintis Seni Lukis di Indonesia, selain itu makam Raden Saleh di Bogor dipugar atas sebagai bentuk penghargaan di masa pemerintahan Soekarno.

    Pada Januari 2008, The International Astronomical Union (IAU) menyetujui proposal dari  tim ilmiah MErcury Surface, Space ENviroment, Geochemistry, and Raging (MESSENGER) untuk memberikan nama pada 15 kawah di planet tersebut, salah satu nama yang diusulkan adalah “Kawah Raden Saleh”.

  1. Ingin Melihat Karyanya?

    05. Karya Raden Saleh di National Gallery Singapore
    Karya berjudul “Boschbarand (Forest Fire)” yang dipamerkan di National Gallery Singapore

    Banyak karya Raden Saleh yang sudah menjadi koleksi pribadi, tetapi beberapa koleksinya masih bisa kamu nikmati. Galeri Nasional Indonesia memiliki karya Raden Saleh berjudul “Kapal Dilanda Badai”, sementara itu Istana Negara menyimpan beberapa karyanya yang berjudul “Di Tengah Hutan”, “Penunggang Kuda Arab Diterkam Singa”, “Penangkapan Pangeran Diponegoro”

    Karya lainnya bisa dinikmati di Singapore National Gallery dengan judul “Wounded Lion” dan “Boschbarand (Forest Fire)” serta di Tropen Museum, Belanda dengan judul “Raden Saleh Self Portrait”

Tentang Gilang Putra

Lihat Juga

Dekorasi kamar rumah minimalis

Dekorasi Kamar Tidur Oke untuk Rumah Minimalis Kamu

shares Facebook Twitter LINEAlangkah senangnya jika kamu punya kamar tidur yang indah, sangat welcoming dan …