Home / Gaya Hidup / Beberapa Jenis Pengobatan yang Biasanya Digunakan Untuk Menangani Hipertiroid

Beberapa Jenis Pengobatan yang Biasanya Digunakan Untuk Menangani Hipertiroid

Pengobatan pada Penderita Hipertiroid atau kelebihan hormon tiroid, biasanya bergantung kepada usia, gejala, dan kadar hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dalam darah pasien.

Ada beberapa jenis pengobatan yang biasanya digunakan untuk mengatasi penyakit yang satu ini. Mau tau ada pengobatan apa aja? Simak bentaran berikut!

Pengobatan pada Hipertiroid

pengobatan penderita hipertiroid

1. Thionamide

Ini merupalan sekelompok obat-obatan yang digunakan untuk menekan produksi hormon tiroksin dan triiodotironin. Contoh dari obat Thionamide adalah carbimazole dan propylthiouracil. Obat-obatan tersebut biasanya perlu dikonsumsi sekitar 1-2 bulan agar dapat dilihat apakah ada perubahan yang terjadi atau tidak.

Selanjutnya setelah produksi hormon oleh kelenjar tiroid bisa dikendalikan, dosis obat ini akan diturunkan secara perlahan.

2. Radioterapi

Hormon yang dihasilkan kelenjar tiroid akan mengalami pengurangan ketika iodine radioaktif  dalam tingkat rendah (tidak berbahaya) menyusutkan kelenjar tiroid. Pengobatan ini bisa dikonsumsi dalam 2 jenis baik dalam bentuk obat cair maupun dalam bentuk kapsul.

Dalam pengobatan radioiodine, ada beberapa kelompok yang tidak dianjurkan untuk menjalani pengobatan ini, seperti :

  • Wanita yang hamil
  • Wanita menyusui
  • Wanita yang merencanakan kehamilan.
  • Orang yang mengalami gangguan mata

Jika seorang wanita telah menjalani pengobatan radioiodine, ia tidak diperbolehkan untuk hamil dan menunda kehamilan setidaknya enam bulan setelah pengobatan ini berakhir. Begitu pula terhadap pria, tidak diperbolehkan untuk menghamili seorang wanita setidaknya empat bulan setelah pengobatan ini dilakukan.

Pengobatan dengan radioiodine ini, hanya diberikan satu kali saja. Dan Jika diperlukan, pengobatan lanjutan akan diberikan setelah dosis pertama dengan jeda waktu sekitar 6 bulan sampai 1 tahun. beberapa minggu sebelum melakukan pengobatan ini, pasien akan diberikan obat-obatan Thionamide terlebih dahulu hal ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan.

Pengobatan yang satu ini dipercaya memiliki tingkat keberhasilan yang sangat bagus.

3. Beta-blocker

Beta-blocker atau penghambat beta merupakan sebuah obat yang digunakan untuk mengatasi gejala-gejala yang muncul akibat penyakit hipertiroidisme, seperti hiperaktif, detak jantung cepat, dan tremor (gemetar). Obat yang satu ini merupakan salah satu obat yang tidak boleh dikonsumsi oleh penderita asma.

Biasanya pengobatan Beta-blocker ini, diberikan setelah produksi hormon kelenjar tiroid dapat dikendalikan oleh obat-obatan thionamide.

4. Operasi tiroid

Operasi pengangkatan kelenjar tiroid perlu dilakukan jika :

  • Hipertiroidisme muncul kembali setelah sebelumnya menjalani penanganan dengan thionamide.
  • Terjadi pembengkakan yang cukup parah pada kelenjar tiroid.
  • Tidak bisa melakukan pengobatan radioiodine dikarenakan sedang hamil atau menyusui, serta tidak bisa dan/atau tidak mau melewati prosedur pengobatan dengan thionamide.
  • Pasien menderita gejala mata yang parah akibat penyakit Graves.

Untuk mencegah terjadinya kekambuhan dan muncul kembali sebaiknya dilakukan pengangkatan pada seluruh kelenjar tiroid yang ada. Orang yang menjalani pengangkatan seluruh kelenjar tiroid biasanya diharuskan untuk mengonsumsi obat-obatan seumur hidupnya.

Share jika info ini bermanfaat!

Tentang Novira Andari Safitri

I'm only human..

Lihat Juga

10 Youtuber Indonesia dengan Followers Terbanyak!

Hayo ngaku, siapa yang kerjanya ngabisin kuota mulu buat nonton Youtube?